Hidup akan semakin susah aja nih jika kenaikan BBM sampai terjadi, yang paling merasakan dampak dari kenaikan ini tentu saja masyarakat kecil. yang untuk makan sehari hari aja perlu banting tulang siang malam.
Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa
mengatakan proyeksi inflasi sekitar 7,5 persen akibat kenaikan harga BBM
subsidi terpaksa membuat Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga bank
sebagai reaksi untuk menekan inflasi.
"Paling tidak BI akan menaikkan suku bunga bank sampai 50 basis poin," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Sabtu (4/5).
Purbaya menambahkan jika BI juga harus berhati-hati dalam menentukan
kenaikan suku bunga acuannya. Pasalnya, kenaikan yang terlalu signifikan
akan membuat ekonomi memasuki masa resesi.
"Kalau lebih dari itu, maki-maki saja sebab naiknya suku bunga yang terlalu tinggi bisa menyebabkan resesi," pungkas dia.
Sebelumnya, Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro
mengatakan pemerintah harus segera membuat keputusan mengenai kenaikan
harga BBM subsidi.
"Artinya makin lama, kita buat expected inflation. Makanya harus
diambil keputusan, tetep paling bagus Mei, karena masih berpotensi
rendah. Setelah itu akibat ke inflasi lebih berat, dan saving
anggarannya juga berkurang," ujar dia yang ditemui di Kantor Kementerian
Keuangan, Jakarta.
Bambang memperkirakan, di luar keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM, inflasi tahun ini akan mencapai 5,5 persen.
Menurut Bambang, dampak dari kenaikan harga BBM subsidi tersebut
hanya bersifat temporer yaitu tiga bulan pertama. Tetapi setelah itu,
anggaran negara menjadi sehat.
"Ada dampak tapi dampaknya enggak permanen. Temporer itu, dampak di
tiga bulan pertama, habis itu sudah. Anggaran ke kita lebih sehat,"
pungkas dia.
Seperti diketahui, dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) asumsi inflasi ditetapkan sebesar 4,9 persen.
Mudah mudahan pak presiden bisa mengambil langkah yang bijak untuk masalah ini.
Sumber.merdeka.com
Sabtu, 04 Mei 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar